Seni Batik
Seni batik di Indonesia usianya telah sangat tua, namun belum diketahui secara pasti kapan mulai berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa. Banyak negara seperti India, Cina, Thailand, dan terakhir Malaysia, mengakui bahwa Seni Batik berasal dari sana. Namun demikian,dalam kenyataannya perkembangan batik yang menjadi sangat populer dan mendunia berasal dari Indonesia-Jawa. Hal ini dibuktikan dengan diadopsinya istilah batik ke dalam bahasa Inggris. Jejak penggunaan kain batik diketemukan pada patung dan relief di candi-candi.
Dalam perkembangan penggunaannya sejak masa kerajaan di Jawa, penggunaan batik menunjukan status kebangsawanan dan ritual yang sedang diselenggarakan. Misalnya untuk motif-motif tertentu seperti parangbarong, parang-rusak hanya boleh dikenakan oleh raja, kemudian ketika ada ritual perkawinan, sang pengantin dianjurkan menggunakan motif truntum, atau sidomukti yang memiliki makna harapan positif bagi sang pengantin. Namun, saat ini aturan tradisi tersebut sudah kurang ditaati oleh kebanyakan masyarakat.

Pengertian Seni Batik

Pengertian Seni Batik secara umum adalah pembentukan gambar pada kain dengan menggunakan teknik tutup celup dengan menggunakan lilin atau malam sebagai perintang dan zat pewarna pada kain. (Warsito, 2008: 12). Penelusuran arti kata Batik dalam istilah Jawa berasal dari kata rambataning titik atau rangkaian dari titik-titik.(Honggopuro, 2002: 62). Sedangkan menurut Yahya, 1971:2 Seni Batik adalah karya yang dipaparkan di atas bidang datar (kain atau sutra) dengan dilukis atau ditulis, dikuas atau ditumpahkan atau dengan menggunakan canting atau cap dengan menggunakan malam untuk menutup agar tetap seperti warna aslinya.

Seni Batik merupakan karya warisan budaya bangsa Indonesia yang telah mengalami perkembangan seiring dengan perjalanan waktu. Perkembangan yang terjadi telah membuktikan bahwa seni kerajinan batik sangat dinamis dan dapat menyesuaikan dirinya baik dalam dimensi bentuk, ruang, dan waktu.

Seni Batik merupakan unsur local genius yang menjadi ciri masyarakat Jawa. Seorang sarjana Belanda, J.L.A. Brandes (1889) telah menyatakan bahwa ada 10 butir kekayaan budaya yang telah dimiliki bangsa Indonesia (Jawa) sebelum tersentuh oleh budaya India yang salah satu diantaranya adalah Seni Batik. Perkembangan batik tersebut seperti terlihat dan dibuktikan pada patung-patung dewa di candi-candi dan seolah-olah sudah memakai kain batik.

Sejarah Seni Batik

Timbul Haryono menjelaskan bahwa di Indonesia daerah yang mengenal batik pertama kali adalah Priyangan, yang disebut dengan istilah simbut. Kain simbut dibuat dengan mori hasil pintalan dan tenunan sendiri, tidak menggunakan malam sebagai perintang warna tetapi menggunakan kanji (jenang) beras ketan.

Awalnya seni kerajinan batik merupakan kebudayaan yang terbatas dalam kraton saja (budaya ageng) dan hasilnya berupa kain untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Ragam corak dan warna juga terbatas, beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu dinamakan batik tradisional. Batik tradisonal dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Sekitar abad ke-12 orang Indonesia telah bisa membuat campuran pewarna untuk menghasilkan batik Bangun tulak (hitam putih). Sekitar abad ke-15 seni kerajinan batik menuju ke arah keindahan setelah mendapat pengaruh dari India, Cina, dan Arab seiring dengan berkembangnya kebudayaan Islam yang masuk ke nusantara.

Setelah runtuhnya Majapahit, penyebaran dan pengembangan seni kerajinan batik kemudian banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, seni kerajinan batik banyak dilakukan para wanita di lingkungan kraton. Pada waktu itu mulai ditemukan pewarna merah dan kuning serta perpaduan warna gula kelapa. Perkembangan Seni Batik mulai pesat setelah ditemukannya warna-warna seperti: soga (coklat), kuning (kunyit) pada sekitar abad ke-17.

Motif Batik

Motif Seni Batik jumlahnya tak terhitung banyaknya, motif-motif batik memiliki ciri khas yaitu hasil dari stilasi dan abstraksi, disusun secara acak dan mengikuti prinsip pengulangan, selang-seling dengan arah diagonal, vertikal, ataupun horizontal. Dilihat dari gaya dan corak motif batik dapat dibedakan menjadi dua, yakni motif batik pedalaman dan pesisir Batik pedalaman diwakili oleh Surakarta dan Yogyakarta cenderung warnanya berat dan gelap terdiri dari hitam, biru, putih, dan coklat. Bentuk motifnya merupakan abstraksi dan stilasi alam lingkungan seperti motif parang, garuda, hujan, kawung dan sebagainya. Sedangkan batik pesisir warnanya cerah, ringan dan bebas. Bentuk motifnya banyak berupa stilasi dari alam seperti gunung, awan, burung, tumbuh-tumbuhan, naga, kaligrafi Arab. Hal ini diduga banyak mendapat pengaruh dari seni rupa Cina karena kontak perdagangan terutama di daerah Pekalongan.



Seni Batik Motif Kawung
Motif Kawung 01

Seni Batik Motif Kawung
Motif Kawung 02
Di Kraton Yogyakarta, seni kerajinan batik berhubungan erat dengan adat-istiadat dan upacara-upacara keagamaan. Pemakaian busana batik termasuk dalam salah satu tata tertib masa feodalisme kerajaan, corak pemakaian motif batik setiap kelas sosial mempunyai perbedaan menurut strata sosial dan kebangsawanannya dalam kraton. Jenis-jenis motif tersebut misalnya: Parang rusak, Semen gedhe, Kawung, dan Udan riris. Batik jenis-jenis ini biasa dipakai oleh para bangsawan dan abdi dalem dalam upacara garebeg, pasowanan, dan menerima tamu agung.
Seni Batik Motif Sidaluhur
Motif Sidaluhur

Seni Batik Motif Parang
Motif Parang

Di Kraton Surakarta juga terkenal dengan corak dan motif-motif batik berhubungan erat dengan adat-istiadat, upacara-upacara keagamaan, strata sosial dan kebangsawanannya. Pada masa pemerintahan Paku Buwana IV memberlakukan busana atau ageman yang membedakan antara busana untuk sentono dalem dan abdi dalem. Untuk membedakan status sosial mereka adalah motif batik yang dipakai. Motif tersebut diantaranya adalah: Parang rusak, Sawat, Cemukiran, dan Udan liris. Motif-motif batik tersebut sering disebut motif larangan dan penggunaannya disesuaikan menurut urutan dan pengelompokan keningratan.

Seni Batik Motif Truntum
Motif Truntum

Seni Batik Motif Mega Mendung
Motif Awan atau Mega Mendung

Teknik Pembuatan Seni Batik

Teknik membatik telah mengalami perkembangan tanpa meninggalkan teknik lama yang telah diwariskan secara turun-temurun. Teknik pembuatan Seni Batik yang kita kenal di Nusantara, antara lain sebagai berikut.
  1. Seni Batik Tulis, yaitu batik yang dibuat dengan teknik menggambar motif di atas kain menggunakan canting. Canting adalah alat khusus untuk menggambar motif batik di atas kain yang berisi cairan lilin atau malam panas untuk menutup bagian - bagian tertentu sesuai dengan pola yang dibuat. Batik tulis memiliki keunggulan nilai seni dibandingkan dengan batik yang lain.
  2. Seni Batik cap, yaitu batik yang dibuat dengan menggunakan teknik cap (stempel), biasanya dibuat dari tembaga dan dibubuhi malam (cairan lilin panas).
  3. Batik sablon, yaitu batik yang dibuat dengan menggunakan klise (hand printing). Motif batik yang sudah dibuat kemudian dibuat klise lalu dicetak.
  4. Batik printing, yaitu batik yang dibuat dengan teknik printing atau menggunakan alat mesin. Teknik pembuatannya mirip dengan batik sablon.
  5. Batik lukis, yaitu batik yang dibuat dengan teknik melukiskan langsung di atas kain, sama halnya sebagaimana karya seni lukis menggunakan kuas. Alat yang digunakan dan motif yang dibuat pun lebih bebas.

Seni Batik

Posted by : Robbi Syahputra
Kamis, 13 Februari 2014
0 Comments
Batik Indonesia
Seni Batik adalah hasil karya kain dari Indonesia yang kaya akan simbol, motif, warna, dan cerita yang panjang di balik proses pembuatannya. Siapapun yang pernah mengamati dengan seksama, serta menyentuh kain batik produksi Indonesia, pasti akan terpesona dengan keindahan, keunikan, dan kerumitan desain kain spesial ini. Keterpesonaan itu tak hanya dialami orang asing, namun juga oleh orang Indonesia sendiri yang tidak bersentuhan langsung dengan proses pembuatan batik. Malah, sebenarnya, banyak orang Indonesia yang belum paham bagaimana sebenarnya proses pembuatan batik itu, dan menjadi makin terkagum-kagum dan bangga begitu datang ke sebuah workshop batik dan melihat prosesnya dari awal hingga akhir. Ya, karena setiap batik memang sebuah karya cipta yang bermutu tinggi.
Secara sederhana, batik didefinisikan sebagai kain bercorak khusus yang dibuat dengan teknik pencelupan dan penggunaan malam (wax) sebagai perintangwarna. Dari bahasa apa ‘batik’ berasal, dan sejak kapan batik mulai dikenal di Indonesia, tidak ada yang mengetahuinya dengan pasti. Relief tokoh-tokoh yang terpahat di candicandi Hindu dan Buddha di Jawa yang dibangun abad ke-8, misalnya, sudah mengenakan kain dengan hiasan motif-motif yang mirip dengan motif-motif batik klasik.
Namun sebagian ahli berpendapat, batik baru benar benar berkembang pesat di masa pemerintahan Sultan Agung (1613- 1645), raja terbesar Kerajaan Mataram Islam. Hal ini terkait dengan ambisinya untuk menyatukan seluruh Jawa di bawah kekuasaannya, dan mengangkat segala sesuatu yang berbau Jawa, yang dianggap mempunyai kebudayaan tinggi. Seni Batik termasuk di dalamnya. Meski, dimasa itu dan di abad berikutnya, penggunaan batik masih terbatas dilingkungan keraton, dengan motif-motif yang terbatas, serta dengan berbagai aturan penggunaan dan larangan bagi masyarakat umum untuk memakainya.
Ditemukannya canting dan cap tembaga pada abad ke-19, bocornya teknik pembuatan batik ke luar tembok keraton, banyaknya migrasi orang-orang China ke daerah pesisir utara Jawa, serta peran para wanita Belanda yang tertarik untuk mengembangkan batik dari segi motif maupun bisnisnya, berdampak pada munculnya sentra-sentra batik baru. Kalau semula batik hanya ‘dikuasai’ oleh Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta yang letaknya relatif di pedalaman, maka interaksi para pedagang lokal dengan para imigran China maupun kaum elite Belanda -yang waktu itu menjajah Indonesiamemunculkan batik Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Lasem, Tuban, dan Sumenep (Madura). Kesemuanya merupakan kota-kota di pesisir utara
Pulau Jawa.
Hal ini juga berdampak pada makin berkembangnya motif-motif dan warna batik. Jika batik keraton mempunyai motif-motif yang kaku dan warna yang terbatas seperti cokelat muda, cokelat tua, ungu, hitam, maka batik pesisiran ini mempunyai motif-motif yang bebas dan warna-warna yang lebih kaya dan ceria, misalnya hijau, biru muda, oranye, dan merah, dikombinasikan dengan warna-warna yang sudah ada.
Berkembangnya batik peranakan Tionghoa, Batik Belanda (1840-1940), batik Jawa Hokokai (1943-1945) di masa penjajahan Jepang, ikut memberi warna pada perkembangan batik. Terlebih ketika tahun 1950, Ir. Soekarno, presiden pertama Indonesia, mencanangkan batik sebagai busana nasional, batik pun berkembang menuju era modern, dan semua orang mulai bisa memakainya.
Sejarah batik yang panjang, mutunya yang tinggi, serta keunikannya yang khas Indonesia itulah yang kemudian membuat UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu mengukuhkan Seni Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Imbas pengakuan ini adalah popularitas batik yang makin meningkat, dan makin bergairahnya industri batik, yang umumnya dikerjakan oleh rumahtangga, industri kecil, dan industri menengah. Tak hanya di Jawa, batik-batik dari berbagai daerah seperti Lampung, Palembang, Banjarmasin, Sumbawa, hingga Papua pun bermunculan, dengan mengangkat motif-motif lokal yang tak kalah eksotik.

Teknik Pembuatan Batik

Proses yang Rumit Dari segi teknik pembuatannya, batik dibedakan menjadi Batik tulis dan Seni Batik Cap. Sedangkan ‘batik print’ yang menggunakan teknik sablon umumnya tidak dikategorikan sebagai batik, melainkan ‘kain bermotif seperti batik’. Jika kita mengamati kain batik tulis atau cap secara lebih dekat, dan melihat kerumitan desain serta warnanya, maka kita akan segera paham bahwa kain ini merupakan kombinasi antara seniman pendesain motif yang brilian, proses yang memerlukan kerja keras dan banyak tahap, penggunaan tenaga kerja dengan berbagai keahlian, serta pemakaian bahan-bahan pembuat Seni Batik yang cukup banyak.
Pembuatan batik sekurangnya melalui lima tahap proses berbeda. Awalnya, dari penuangan ide si seniman pembuat batik -yang umumnya juga desainer motif batik- ke dalam kertas. Motif ini bisa motif klasik yang menjadi ciri khas daerah di mana si pembatik tinggal, bisa juga motif baru yang sengaja diciptakan si pembatik. Sketsa kasar motif ini kemudian disempurnakan dan disesuaikan ukurannya ke dalam kertas kalkir.
Lalu, motif besar ini dijiplak ke atas kain putih yang akan dibatik, apakah itu memakai pensil untuk batik tulis,
atau cap tembaga untuk batik cap. Kain kemudian dicanting, yakni proses penutupan bagian-bagian yang tidak ingin terkena pewarnaan, menggunakan malam, dan diberi isen-isen atau motif pengisi.
Kain lalu mengalami pencelupan pertama dalam zat pewarna. Setelah dicuci dan dikeringkan, diperolehlah warna pertama. Malam yang masih menempel pada kain akan melindungi bagian yang ditutupi itu supaya tidak terkena warna pertama.
Malam itu lalu dilorod, yakni dilepaskan dengan merebus kain dalam air mendidih. Nah, bagian yang tadi diwarnai pertama itu kini ditutup dengan lilin. Bagian yang tadi diberi lilin (sekarang lilinnya sudah lepas) giliran untuk diwarnai.
Begitu terus berulang-ulang, tergantung seberapa banyak jumlah warna yang diinginkan dalam kain batik itu.
Kadang ada juga batik dua sisi, yakni kedua sisi kain itu diwarnai. Tak heran jika untuk membuatan satu kain batik yang bermutu tinggi bisa memerlukan waktu hingga tujuh bulan! Tidak mengherankan pula jika harganya mahal, ada yang mencapai di atas Rp 10 juta per lembar.
Meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan juga kesehatan para pekerja, membuat para seniman batik mulai memperhatikan aspek pengelolaan limbah dan juga kesehatan dan keselamatan kerja. Bagaimanapun, proses pembuatan batik ini menggunakan bahan-bahan yang bisa berbahaya, seperti zat warna sintetis dari kelompok azo dyes, soda kaustik, asam klorida, turkish red oil, deterjen, dan malam. Pemakaian zat warna alami yang berasal dari kulit batang, kayu, atau akar tanaman juga bukannya tidak ada masalah, karena ini bisa memicu penebangan pohon secara serampangan.
Karenanya, para seniman batik yang sudah cukup maju umumnya melengkapi para pekerjanya dengan ventilasi ruang kerja yang cukup, boots, sarung tangan, dan masker. Limbah proses pembatikan sendiri bisa berupa gas, zat cair, dan zat padat. Uap atau gas berasal dari pemasakan malam dan proses nglorod. Limbah cair berasal dari sisa zat warna, air perebus, serta air pencuci. Sedangkan limbah padat berupa sisa kain, malam bekas yang sebagian besar dipakai ulang dan sisa zat pewarna alami. Limbah cair memerlukan penanganan yang serius, dan sebagian industri batik rumahtangga yang cukup besar mulai menyediakan sarana bak pengolahan limbah cair sederhana dari beton, yang terdiri dari satu unit bak penetral, satu unit bak penampung, dan tiga unit bak penyaring.
Sebagian besar industri Seni Batik rumah tangga juga terletak di pemukiman penduduk, yang, meskipun menggunakan tenagatenaga kerja dari lingkungan sekitar, namun proses produksinya juga bisa mengganggu lingkungan. Karena itu para pembatik yang sudah cukup besar kini mulai memindahkan workshop pembatikan itu ke lokasi yang terpisah dari pemukiman.

Disadur dari Majalah Batik Edisi Mei 2013

Batik Indonesia

Posted by : Robbi Syahputra 0 Comments
Motif Tana Toraja
Ragam Motif Tana Toraja
Setiap ukiran dan motif pada ragam hias Tana Toraja atau Tator memiliki nama dan makna khusus. Motifnya biasanya adalah hewan dan tanaman yang melambangkan kebajikan, contohnya tanaman air seperti gulma air dan hewan seperti kepiting dan kecebong yang melambangkan kesuburan. Gambar kiri memperlihatkan contoh ukiran kayu Toraja, terdiri atas 15 panel persegi. Panel tengah bawah melambangkan kerbau atau kekayaan, sebagai harapan agar suatu keluarga memperoleh banyak kerbau. Panel tengah melambangkan simpul dan kotak, sebuah harapan agar semua keturunan keluarga akan bahagia dan hidup dalam kedamaian, seperti barang-barang yang tersimpan dalam sebuah kotak. Kotak bagian kiri atas dan kanan atas melambangkan hewan air, menunjukkan kebutuhan untuk bergerak cepat dan bekerja keras, seperti hewan yang bergerak di permukaan air. Hal Ini juga menunjukkan adanya kebutuhan akan keahlian tertentu untuk menghasilkan hasil yang baik.

Keteraturan dan ketertiban merupakan ciri umum dalam ukiran kayu Toraja, selain itu ukiran kayu Toraja juga abstrak dan geometris. Alam sering digunakan sebagai dasar dari ornamen Toraja, karena alam penuh dengan abstraksi dan geometri yang teratur. Ornamen Toraja dipelajari dalam ethnomatematika dengan tujuan mengungkap struktur matematikanya meskipun suku Toraja membuat ukiran ini hanya berdasarkan taksiran mereka sendiri. Suku Toraja menggunakan bambu untuk membuat oranamen geometris.

Nama dan Makna Ragam Motif Toraja

Ukiran Toraja adalah kesenian ukir Melayu khas suku bangsa Toraja di Sulawesi Selatan. Ukiran ini dicetak menggunakan alat ukir khusus di atas sebuah papan kayu, tiang rumah adat, jendela, atau pintu. Motif ukiran Toraja bermacam-macam, antara lain cerita rakyat, benda di langit, binatang yang disakralkan, peralatan rumah tangga, atau tumbuh-tumbuhan. Nama dan Makna Motif  Toraja dapat kami uraikan antara lain:

Neq Limbongan

Motif Tator "Neq Limbongan"
Orang Toraja meyakini bahwa nama ini diambil dari nama leluhur mereka yakni Limbongan yang diperkirakan hidup pada 3000 tahun yang lalu. Sedangkan neq berarti “danau”. Dalam pengertian orang Toraja, limbongan berarti sumber mata air yang tidak pernah kering sehingga menjadi sumber kehidupan. Oleh karena itu, motif ukiran ini berbentuk aliran air yang memutar dengan panah di keempat arah mata angin. Motif ini memiliki makna bahwa rejeki akan datang dari 4 penjuru bagaikan mata air yang bersatu dalam danau dan memberi kebahagiaan.

Paqbarre allo

Motif Tator "Paqbarre Allo"
Barre artinya “bulatan”, dan allo artinya “matahari”. Ukiran jenis ini menyerupai bulatan matahari dengan pancaran sinarnya dan biasanya ada di salah satu bagian belakang atau depan rumah di bawah ukiran paqmanuk londong yang berbentuk segitiga. Ukiran ini dimaknai sebagai ilmu pengetahuan dan kearifan yang menerangi layaknya matahari.

Paqkapuq baka

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paqkapuq Baka"
Kapuq artinya “ikatan” dan baka artinya “bakul” atau “keranjang”. Motif ukiran ini menyerupai ikatan pada penutup bakul (tempat menyimpan pakaian) yang bagi orang Toraja dianggap sakral. Jika ikatan bakul berubah, dipercaya bahwa ada yang mencuri pakaian di dalamnya. Ukiran ini dimaknai sebagai harapan agar keturunan senantiasa bersatu dan senantiasa hidup damai dan sejahtera.

Paqkadang pao

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paqkadang Pao"
Nama ini berarti “kait mangga”. Oleh Karena itu, ukiran ini berbentuk seperti kait penjolok yang digunakan untuk mengambil mangga. Ukiran ini dimaknai bahwa untuk mengaitkan harta benda ke rumah harus dengan cara yang jujur dan perlu kerjasama di lingkungan keluarga atau masyarakat.

Paqsulan sangbua

Motif Tana Toraja
Motif Tator Paqsulang Sangbua"
Sulan berarti “sulam” atau lipatan seperti tembakau sirih. Oleh karena itu, ukiran ini mirip sulaman tembakau sirih dan dimaknai sebagai lambang kebesaran bangsawan Toraja.

Paqbulu londong

Motif Tana Toraja
Motif Tator"Paqbulu Londong"
Kata londong berarti “ayam jantan” sehingga ukiran ini menyerupai rumbai bulu ayam jantan. Ukiran ini dimaknai sebagai lambang keperkasaan dan kearifan laki-laki atau pemimpin.

Paqtedong

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paqtedong"
Tedong berarti “kerbau”. Ukiran ini menyerupai tanduk kerbau dan dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat semua dan keluarga.

Paqtangko pattung

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paqtangko Pattung"
Istilah Paqtangko pattung berarti menyerupai paku bambu yang biasa digunakan untuk mengaitkan tiang bangunan. Ukiran ini melambangkan kebesaran bangsawan Toraja dan lambang persatuan yang kokoh seperti paku bambu.

Paqtangkiq attung II

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paqtangkiq Attung II"
Motif Tana Toraja jenis ini merupakan pengembangan dari Paqtangko pattung. Motif ini terdiri dari 4 bundaran benda seragam dan membentuk angka 8 sebangun, yang bila dijumlah menjadi 16, sama dengan 1+6=7. Angka 7 merupakan angka sakral bagi orang Toraja sesuai dengan falsafah aluk saqbu pitu ratuq pitung pulo pitu (Seribu Tujuh Seratus Tujuh atau 7777). Ukiran ini merupakan lambang kebersamaan dan kekeluargaan Toraja.

Paqtanduk reqpe

Motif Tana Toraja
"Paqtanduk Reqpe"
Tanduk reqpe berarti “tanduk yang menggelayut ke bawah seperti ranting pohon yang keberatan buah”. Ukiran yang menyerupai tanduk kerbau ini melambangkan perjuangan hidup dan jerih payah

Paqpolloq gayang

Motif Tana Toraja
Motif Tator"Paqpolloq Gayang"
Polloq artinya “ekor”, sedangkan gayang artinya “keris emas”. Ukiran yang menyerupai rumbai ekor penghias keris emas bangsawan Toraja ini melambangkan kebesaran, kedamaian, dan kemudahan rejeki.

Paqulu gayang

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paq Ulu Gayang"
Ulu artinya “bagian kepala” dan gayang artinya “keris emas”. Ukiran jenis ini menyerupai bagian kepala keris emas dan melambangkan perjuangan dalam mencari harta, terutama emas.

Paqbombo uai i I

Motif Tana Toraja
"Paq Bombo Uai"
Dalam hal ini, bombo berarti “binatang air yang melayang di atas air bagaikan angin”. Ukiran ini merupakan gambaran manusia yang harus bekerja cepat, tepat waktu, displin, dan terampil.

Paqbombo uai i II

Ukiran ini sama dengan Motif Tator Paqbombo uai i I diatas,  namun lain bentuk. Garis-garisnya agak besar dan lengkungannya jelas.

Paqkollong buqkuq

Motif Tana Toraja
Paq Kollong Bukku
Istilah ini berarti “leher burung tekukur”. Ukiran ini bentuknya menyerupai leher tekukur dan melambangkan kejujuran.

Paqulu karua

Motif Tana Toraja
Paq Ulu Karua
Ulu karua berarti “kepala delapan” yang mengacu pada mitos bahwa leluhur orang Toraja ada delapan 8 orang. Oleh Karena itu, ukiran ini menyerupai angka 8 dan melambangkan ilmu pengetahuan.

Paqmanik-manik

Motif Tana Toraja
Paq Manik-manik
Seperti namanya Motif Tator yang satu ini berbentuk manik-manik, hiasan tradisional Toraja. Ukiran ini dimaknai sebagai harapan agar anak cucu Toraja selalu hidup rukun.

Paqsekong kandaure

Motif Tana Toraja
Paq Sekong Kandaure
Ukiran ini berbentuk lengkung lingkar yang berlekuk-lekuk. Ukiran ini dimaknai sebagai harapan agar seluruh keturunan Toraja hidup berbahagia.

Paqsekong anak

Motif Tana Toraja
Motif Tator " Paq Sekong Anak"
Istilah ini berarti lengkungan bayi ketika masih ada di rahim ibu. Ukiran ini berbentuk demikian juga dan dimaknai sebagai perlambang kejujuran dan keterbukaan.

Passekong dibungai.

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paq Sekong diBungai"
Ukiran jenis ini hampir sama dengan sebelumnya, hanya saja lingkarannya diberi hiasan bunga-bunga. Ukiran ini menyerupai segi empat sama sisi yang ujungnya tersembunyi di bagian tengah. Ukiran ini dimaknai sebagai perlambang bahwa seseorang harus bisa menjaga rahasia.

Paqsepuq torong kong

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paq Sepuq Torongkong"
Ukiran ini menyerupai sulaman pundi tempat sirih. Torong kong digunakan untuk menyebut suku bangsa Rongkong yang masih serumpun dengan orang Toraja. Ukiran ini dimaknai sebagai semangat persatuan kedua suku.

Paqsalaqbiq biasa

Motif Tana Toraja
Motif Tator " Paq Salaqbiq Biasa"
Ukiran ini berbentuk pagar rumah yang terbuat dari bambu. Hal ini dimaknai sebagai perlambang sikap kehati-hatian dari segala kemungkinan ancaman.

Paqsalaqbiq ditoqmokki

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paq Salabiq Ditoqmokki"
Ukiran ini memiliki bentuk yang sama dengan sebelumnya, hanya saja pagar bambu dibuat lebih besar. Bentuk ini dimaknai sebagai harapan agar anak cucu terhindar dari segala wabah penyakit dan marabahaya lainnya.

Paqtalinga

Motif Tana Toraja
Motif Tator "Paq Talinga"
Talinga artinya telinga. Ukiran ini dimaknai sebagai peringatan agar manusia menggunakan telinganya dengan benar.

Paqbokoq komba kaluaq

Motif Tana Toraja
Paq Bokoq Komba Kaluaq
Ukiran ini menyerupai hiasan pada gelang emas dan manik-manik yang dipakai saat upacara adat. Ukiran ini dimaknai sebagai perlambang kewibawaan dan kebesaran kaum bangsawan Toraja.

Paqerong

Motif Tana Toraja
Paq Erong
Erong adalah peti untuk menyimpan tulang-belulang orang Toraja yang wafat. Erong ada yang berbentuk kepala kerbau atau babi. Ukiran ini dimaknai sebagai harapan agar arwah leluhur menjaga dan memberkahi rejeki.

Paqsiborongan

Motif Tana Toraja
Paq Siborongan
Borongan berarti “bekerja secara berkelompok”. Tradisi ini diwujudkan menjadi ukiran di rumah-rumah orang Toraja yang berbentuk seperti bunga-bunga yang mekar. Ukiran ini sebagai lambang semangat persatuan dan kekerabatan.

Paqdoti siluang I

Motif Tana Toraja
Paq Doti Siluang I
Ukiran ini merupakan repersentasi dari ilmu hitam dan kerbau. Ukiran ini biasanya terdapat pada pembungkus mayat perempuan dan dimaknai sebagai lambang keanggunan perempuan.

Paqdoti siluang II

Motif Tana Toraja
Paq Doti Siluang II
Ukiran ini berupa segi empat kecil dan besar yang bertanda silang di tengahnya. Ukiran ini biasa terdapat di rumah adat Toraja atau pada pembungkus mayat perempuan. Makna ukiran ini sebagai lambang hati-hati jika mendengar kabar dari perempuan.

Paqreopo sangbua

Motif Tana Toraja
Paq Reopo Sangbua
Ukiran ini berbentuk garis siku-siku serong yang berlapis-lapis, sebagai representasi dari gerakan tari melipat lutut. Bentuk ukiran ini biasa ditemukan di dinding lumbung adat dan dimaknai sebagai semangat kebersamaan dan gotong-royong.

Paqpolloq songkang

Motif Tana Toraja
Paq Polloq Songkang
Ukiran jenis ini berbentuk segi empat yang dibagi dalam segitiga kecil. Bentuk ini merupakan representasi dari bambu yang biasa digunakan untuk memerah susu. Oleh orang Toraja, ukiran ini dimaknai sebagai lambang kebesaran dan kemampuan bangsawan Toraja.

Paqpapan kandaure

Motif Tana Toraja
Paq Papan Kandaure
Ukiran ini berbentuk segi empat besar dan bermakna harapan menjadi rumpun keluarga besar yang bersatu.

Paqsalaqbiq dibungai

Motif Tana Toraja
Paq Salaqbiq diBungai
Bentuk ukiran ini berupa sebilah bambu yang dibuat bersilang-silang dan ujungnya runcing. Ukiran jenis ini terdapat di rumah adat Toraja dan dimaknai untuk penangkal bahaya.

Sumber : Melayu Online

Nama dan Makna Motif Tana Toraja

Posted by : Robbi Syahputra 0 Comments
graphic design

Posting kali ini saya ingin membahas sedikit tentang Graphic Design, sebab terkadang kita sebagai pelaku senirupa kadang bingung memberi batasan antara senirupa "fineart", Seni Periklanan, Senirupa Murni, Senirupa Terapan, dan Graphic Design. namun disini saya mungkin akan lebih banyak membahas tentang graphic design sebagaimana judul dari posting ini.
Graphic design adalah merupakan salahsatu cabang senirupa yang masuk kategori senirupa terapan dimana proses penciptaannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu, berbeda dengan seni murni yang betul-betul proses pembuatannya mengungkapkan ekspresi jiwa sisenimannya.
Desain grafis atau yang lebih dikenal dengan GRAPHIC DESIGN adalah suatu proses kreatif yang paling sering melibatkan klien dan designer, dan biasanya diselesaikan dalam hubungannya dengan produsen.  yang fungsinya untuk menyampaikan pesan tertentu yang ditargetkan kepada penonton atau konsumen. "Graphic Design" yang luas juga dapat merujuk ke sejumlah disiplin artistik dan profesional yang fokus pada komunikasi visual dan presentasi. graphic design juga secara keseluruhan sering disebut sebagai Komunikasi Visual atau Desain Komunikasi yang lebih dikenal diperkuliahan dengan istilah DESKOMVIS. Berbagai metode digunakan untuk membuat dan menggabungkan kata-kata, simbol, dan gambar untuk membuat representasi visual dari ide dan pesan. Seorang desainer graphic design dapat menggunakan kombinasi tipografi, seni visual dan teknik tata letak halaman untuk menghasilkan hasil akhir. graphic design sering merujuk pada kedua proses (merancang) oleh komunikasi yang diciptakan dan produk (desain) yang dihasilkan.

Penggunaan umum desain grafis mencakup identitas (logo dan branding), publikasi (majalah, koran, dan buku), iklan dan kemasan produk. Sebagai contoh, paket produk mungkin termasuk logo atau karya seni lainnya, teks terorganisir dan elemen desain murni seperti bentuk dan warna yang menyatukan potongan. Komposisi adalah salah satu fitur yang paling penting dari graphic design, terutama ketika menggunakan yang sudah ada bahan atau unsur-unsur yang beragam.
graphic design pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang design. Graphic Design bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.(id.wikipedia.org)

Graphic Design sebagai suatu disiplin ilmu memiliki sejarah yang relatif baru, dengan "Graphic Design" adalah istilah yang pertama kali diciptakan oleh William Addison Dwiggins pada tahun 1922, Graphic Design seperti kegiatan span sejarah manusia: dari gua-gua Lascaux, ke rumah Roma Trajan Column terhadap manuskrip dari Abad Pertengahan. Dalam kedua hal ini sejarah panjang dan dalam ledakan relatif baru dari komunikasi visual dalam abad ke-20 dan ke-21, kadang-kadang ada perbedaan kabur dan tumpang tindih seni periklanan, graphic design dan seni rupa. Setelah semua, mereka berbagi banyak elemen yang sama, teori, prinsip, praktik, dan bahasa. Dalam seni periklanan tujuan akhir adalah penjualan barang dan jasa. Dalam Graphic Design, "adalah esensi untuk memberikan suatu informasi dalam bentuk ide-ide visual, ekspresi dan perasaan sehingga penonton tertarik dan bisa memahami apa yang tersampaikan dalam graphic design tersebut. Batasan antara Seni periklanan dengan Graphic Design itu sangatlah tipis, bahkan kadang-kadang disamakan.

Aplikasi Graphic Design juga dapat membantu dalam menjual produk atau ide melalui komunikasi visual yang efektif. Hal ini diterapkan untuk produk dan elemen identitas perusahaan seperti logo, warna, kemasan, dan teks. .....Jika ada saran dan masukan rekan-rekan tentang istilah graphic design silahkan berkomentar dibawah, sebab saya sendiri sangat awam dalam dunia graphic design,. disini sebagai admin blog hanya sekedar menyalurkan hobby saja.. Sekian.


Graphic Design

Posted by : Robbi Syahputra 0 Comments
Cara Membuat Brush di Photoshop
Bagi anda yang suka menggunakan Aplikasi Adobe Photoshop, maka tentu sudah terbiasa dengan Tool Brush yang ada di Photoshop. Banyak sekali brush yang tersedia di internet untuk di download secara gratis termasuk di blog senirupa ini. Namun pernahkah anda berpikir untuk membuat Brush tersebut?, sebenarnya cara membuat Brush Photoshop ini boleh dibilang cukup mudah, berikut admin akan memberikan tutorial cara membuat brush di photoshop.
  • Untuk pertama siapkan gambar atau image yang ingin anda jadikan brush, dan untuk tutorial Cara Membuat Brush di Photoshop kali ini admin mengambil objek wanita Cantik Kimberly Rider, Biar belajarnya semangat, hehehe...:D. dari gambar ini admin blog akan membuat brush rambut atau Hair Brush.
  • Cara Membuat Brush di Photoshop
  • Jalankan aplikasi adobe Photoshop, kemudian buka gambar yang ingin dijadikan brush.
  • Ubah gambar ke Grayscale dengan memilih menu Image =>Adjustment => Desaturate, atau tekan Shift+Ctrl+U. sebab gambar yang dijadikan Custom brush harus hitam putih.
Cara Membuat Brush di Photoshop

  • Edit kembali gambar anda dengan memilih Image =>Adjustment =>Brightness/Contras, atur sesuai keinginan Cara Membuat Brush di Photoshop
  • Seleksi rambut atau objek yang ingin dijadikan brush, bisa menggunakan Rectangular Marque Tool (M) atau Polygon Lasso Tool (L), Cara Membuat Brush di Photoshop
  • Kemudian Copy dan buka new document, paste image yang tadi dicopy. Edit file copy dengan menghapus beberapa bagian gambar dengan menggunakan eraser tool, pilih Soft Round
    Cara Membuat Brush di Photoshop
  • Jika Gambar sudah mantap silahkan seleksi kembali image. kemudian buka menu Edit, pilih Define Brush Preset. Ketik nama sesuai keinginan dan OK
  • Sekarang Brush anda sudah terdapat dibagian paling bawah dari daftar brush anda, dan siap untuk digunakan. Inilah hasil Custom Brush dari gambar wanita cantik Kimberly Rider.

Cara Membuat Brush di Photoshop

Itulah tutorial cara membuat Brush di photoshop yang cukup sederhana, Silahkan anda berkreasi sesuai keinginan dan kebutuhan anda. Salam

    Cara Membuat Brush di Photoshop

    Posted by : Robbi Syahputra 0 Comments
    Kepekaan Estetik Karya Seni Rupa
    Menyaksikan karya seni atau membuat karya seni, khususnya seni rupa, memerlukan kepekaan persepsi terutama yang berhubungan dengan masalah keindahan atau disebut estetik atau disebut the sense of beauty. Ada tiga cara yang umum untuk melatih kepekaan persepsi penglihatan. Pertama dengan latihan melihat langsung berbagai jenis karya seni rupa. Kedua dengan cara latihan membuat langsung karya seni rupa. Ketiga, dengan membaca ulasan atau keterangan mengenai seni rupa.

    Pada umumnya orang yang melihat langsung karya seni akan mudah mencerna jika karya seni rupa itu wujudnya realis. Artinya, karya seni rupa itu menggambarkan secara nyata tentang kondisi sesungguhnya dari suatu kenyataan. Namun apabila karya seni rupa itu tampilan wujudnya bukan realis atau bukan mengungkapkan kondisi sesungguhnya dari suatu kenyataan, maka secara umum orang akan mulai merasa tidak dapat puas menikmatinya. Kenapa hal itu dapat terjadi? Hal ini dapat dikiaskan sebagai orang yang belum ‘melek huruf’ lalu disuruh membaca sebuah kata atau kalimat. Orang tersebut tidak dapat mengetahui makna bentuk huruf atau rangkaian huruf yang membentuk kata, atau rangkaian kata yang membentuk kalimat. Begitu pula orang yang pertama kali mendengarkan percakapan bahasa asing tentu apa yang didengarnya hanya merupakan bunyi yang keluar dari orang yang bercakap tanpa diketahui maknanya.

    Untuk mengetahui dan dapat memahami karya seni rupa yang nampaknya ‘asing’ karena wujudnya tidak menampilkan kenyataan yang sudah dikenal baik, seseorang perlu mengetahui ‘bahasa’ rupa dan propertinya. Bahasa rupa itu disebut unsur-unsur seni rupa dan prinsip pengorganisasiannya. Namun demikian, hal ini belumlah cukup sebab bahasa rupa itu dipahami bukan dengan pengertian nalar atau logika, tetapi dapat dipahami dengan kehalusan perasaan yang berhubungan dengan the sense of beauty.

    Kepekaan estetik ini sangat penting, terutama bagi orang yang berprofesi dalam bidang seni, karena kepekaan estetik merupakan hal pokok dalam dunia seni. Bagi masyarakat umum juga penting karena hakekat menjadi manusia salah satunya memiliki kebutuhan untuk menikmati keindahan, baik yang ada di alam maupun buatan manusia.

    Kepekaan estetik tidak mudah didapat, maksudnya tidak secepat menghafal sebuah rumus-rumus kimia atau matematik atau perbendaharaan kata. Kepekaan didapat dengan mengasahnya setiap saat.

    Orang yang hidup di lingkungan masyarakat seni akan lebih cepat memiliki kepekaan estetik dibanding yang tinggal terpencil dari pusat budaya dan seni. Namun demikian, setiap orang memilikinya, karena hal ini telah ada dan dibawa sejak lahir. Selain itu kenyataan telah membuktikan, bahwa masyarakat yang masih terbelakang pun dalam peradaban ini dapat menghasilkan karya seni. Berarti secara naluriah manusia memang membutuhkan seni dalam kehidupannya. Dalam mengasah kepekaan estetik tersebut, dalam seni rupa dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu secara produktif melalui praktek, apresiatif melalui kegiatan analisis karya seni rupa baik langsung maupun melalui mediator, dan melalui alat bantu visual,seperti buku, slide, foto reproduksi dan sebagainya.

    Kepekaan Estetik Karya Seni Rupa

    Posted by : Robbi Syahputra 0 Comments
    karya lukisan affandi

    karya lukisan affandi

    Jika anda membaca sepintas dari judul posting ini, mungkin anda bertanya-tanya dalam hati gerangan keanehan apa yang terdapat pada lukisan affandi, sebenarnya posting ini bukan mengenai keanehan pada objek ataupun lukisan asli yang dibuat oleh seniman lukis Affandi yang bisa anda lihat diatas, namun ini adalah merupakan keanehan pada file atau image dengan objek lukisan affandi yang admin alami sendiri secara nyata, dan sampai saat admin membuat posting ini, jawaban tentang keanehan gambar lukisan affandi tersebut diatas belum admin temukan.

    Kejadian aneh ini benar-benar admin alami sendiri secara nyata tanpa ada unsur rekayasa sedikitpun, dan semoga admin tidak pernah berniat sedikitpun untuk hal-hal seperti itu yang tidak ada untungnya buat kami.

    Kejadian aneh yang admin alami adalah, kemarin malam tepatnya malam sabtu, 13 Desember 2013, kami mengupload image karya lukisan affandi sebanyak 103 sekaligus, di server google.com album web picasa. dan sebagian sudah kami bagikan kepada anda yaitu sebanyak 36 gambar lukisan affandi. Nah, ketika kami sementara memposting gambar lukisan affandi tersebut, admin menemukan file lukisan yang ganda atau dua. Awalnya kami tidak terlalu peduli, namun karena file ganda tersebut sering kami lihat, ternyata kami menemukan file yang satu tersebut berbeda, meskipun dengan objek yang sama. ada butiran-butiran putih yang terlihat bergerak seperti salju. sementara file yang satu tidak ada. Dan lucunya lagi nama file tersebut sama yaitu "Boats" namun file yang aneh ada tulisan dibelakang kata, "snow" yang ternyata artinya "salju"

    Karena penasaran, kami kemudian mencari dipenyimpanan drive kami, tapi kami tidak menemukannya sama sekali. Kami menjadi semakin heran, ko bisa ada.

    Dengan keterbatasan di dunia IT, kami mencoba mencari jawabannya, dengan search di google, file tersebut dengan tanda petik biar akurat "boats-SNOW".  tidak satupun keluar gambar lukisan affandi, bahkan kami sudah tambah kata "affandi" dibelakang kata. tapi tetap tidak ditemukan.

    Okelah misalnya karena kecanggihan teknologi orang mampu membuat gambar gif dengan efek salju seperti itu, namun keanehannya disini adalah kenapa bisa ada muncul dengan sendirinya. Itulah keanehan karya lukisan affandi yang admin alami sendiri.

    Sebagai tambahan dan ringkasan berikut hal yang bisa kami uraikan :
    1. File tersebut tidak ada dalam drive kami, sudah dicari secara manual dan dengan windows search
    2. File yang kami upload sebanyak 103 namun terdapat 104 pada album web picasa.
    3. File dengan lukisan Boats menjadi 2, yang bisa anda lihat diatas, namun nama file yang ganda ada tulisan "snow" dengan ekstensi .gif dan memang ada efek salju.
    4. Kami sama sekali tidak mengetahui cara membuat efek salju seperti diatas menggunakan aplikasi animasi. apalagi masalah script atau coding.
    5. Kita semua mengetahui, Album web picasa hanyalah sekedar server menyimpan gambar dan tidak bisa mengedit file seperti yang terdapat pada instagram dan semacamnya, jadi kesalahan menambah efek sangat mustahil terjadi.
    6. File lukisan affandi tersebut admin upload pada folder tersendiri sehingga tidak tercampur dengan file gambar yang lain.
    7. Ketika membandingkan kedua file tersebut file asli memiliki ukuran lebih besar yaitu 895x717 sementara yang kedua ukuran 800x641 dengan besar file 1,05Mb.
    8. Ketika kami mencoba melihat metadata dari kedua file tersebut, file .gif tidak memiliki metadata sebagaimana lazimnya semua file yang kami begikan disini yang memiliki Metadata.
    9. Ketika mencoba search di google dengan memakai tanda petik, kami juga tidak menemukan file tersebut.
    Itulah ringkasan yang bisa kami uraikan dari kedua gambar tersebut diatas.
    Bagi anda yang kebetulan membaca posting ini dan memiliki kemampuan IT, mohon kiranya memberikan komentar dan pencerahan kepada kami yang masih pemula dalam hal IT ini, sehingga kami menemukan jawabannya. 
    Salam Blogger

    Keanehan Karya Lukisan Affandi

    Posted by : Robbi Syahputra 0 Comments

    - Copyright © 2013 Art of Anime - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - ReDesign by Robbi Jaeger